Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan


MENGEMBANGKAN DAYA TARIK BANGSA INDONESIA DI SEKTOR PARWISATA MELALUI KONSEP DESA WISATA


Oleh: Fatimah Bilqis





Indonesia adalah sebuah negara yang memiliki kekayaan alam, budaya, bahasa dan kesenian yang beraneka ragam. Dari setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khas tersendiri yang menjadi daya tarik daerah tersebut. Kekhasan dari setiap daerah itulah yang kemudian dapat dijual melalui sektor pariwisata. Apalagi ditambah dengan keramahan masyarakat Indonesia, menjadikan Indonesia sebagai tempat yang nyaman dan aman untuk dikunjungi dan ditinggali.  Keberagaman alam, budaya, bahasa, etnis, dan kesenian yang ada di Indonesia dapat dimanfaatkan sebagai nilai jual dan dikembangkan melalui pariwisata.

Daya tarik ataupun ciri khas yang dimiliki bangsa indonesia dalam hal bahasa, budaya, alam, dan kesenian tidak banyak dimiliki oleh negara-negara lain. Sehingga seharusnya dengan daya tarik tersebut memudahkan Indonesia untuk menjual daya tarik yang mereka miliki. Namun jika kita lihat negara-negara seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura jauh lebih unggul dalam sektor pariwisata. Meskipun wisata yang mereka tawarkan juga memiliki banyak kesamaan dengan negara lainnya mereka terbukti mampu mendorong wisatawan untuk berkunjung ke negara mereka. berbeda denga Indonesia yang memiliki keanekaragaman suku, budaya, bahasa, kesenian hingga geografis dan pemandangan alamnya belum mampu secara maksimal mendorong wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia. Indonesia yang memiliki jauh lebih banyak potensi pariwisata, masih tertinggal jauh dari Malaysia yang mengadalkan sektor pariwisata sebagai devisa utama negara itu. Ketertinggalan Indonesia di sektor pariwisata dapat kita lihat dalam angka, bahwa pada tahun  2012 Malaysia mampu mendorong sebanyak 25 Juta wisatawan ke negara mereka, sedangkan di tahun yang sama Indonesia hanya mampu mendorong 8 juta wisatawan. Ketertinggalan di sektor pariwisata itulah yang seharusnya menjadi pekerjaan bagi pemerintah dan masyarakat untuk lebih serius memajukan sektor pariwisata di Indonesia.

Pemerintah Indonesia memang tidak hanya tinggal diam melihat ketertinggalan negara kita dengan negara-negara ASEAN di sektor pariwisata. Banyak langkah yang sudah menjadi terobosan untuk mendongkrak pariwisata Indonesia di mata dunia, diantaranya adalah menaikkan anggaran promosi pariwisata. Promosi adalah kegiatan yang sangat penting dilakukan untuk memperkenalkan suatu brand. Lewat promosi, pemerintah dapat menginformasikan, membujuk dan mengingatkan wisatawan untuk dikenal oleh masyarakat. Pariwisata Indonesia yang gencar dilakukan melalui media massa secara efektif akan mempengaruhi psikologi orang yang melihat iklan tersebut dan menumbuhkan rasa penasaran (curiousity) mereka terhadap Indonesia hingga akhirnya mereka memutuskan untuk berkunjung ke Indonesia. Tanpa adanya promosi yang besar-besaran melalui media massa, sulit sekali pariwisata Indonesia untuk dapat bersaing dengan negara-negara lain. Malaysia pun secara gencar melakukan promosi pariwisata mereka melalui media massa sehingga menarik masyarakat internasional untuk mengunjungi negara mereka. Diharapkan melalui peningkatan anggaran promosi dapat menyedot wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia. Hal lain yang dilakukan oleh pemerintah sebagai upaya untuk mendongkrak pariwisata Indonesia dimata dunia adalah dengan membuat kebijakan bebas visa bagi negara-negara tertentu. Dengan bebas visa, banyak masyarakat internasional yang tertarik untuk mengunjungi Indonesia. Diantara negara-negara yang bebas visa antara lain, jepang, Inggris, Korea Selatan, dan negara lain yang target nya masih digodok oleh pemerintah agar tepat sasaran. Dengan strategi seperti itu pemerintah berharap mampu mendorong wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Indonesia.

Untuk mengembangkan sektor pariwisata Indonesia diperlukan seluruh kontribusi dari masyarakat dan pemerintah. Melalui kebijakannya pemerintah dapat membuat aturan-aturan terkait pariwisata. Kemudian dalam sektor pembangunan, daerah-daerah yang akan dijadikan sebagai tujuan pariwisata harus digali kekhasannya dan dibangun infrastruktur dan transportasi yang menunjang kegiatan kepariwisataan. Tanpa adanya kemajuan dibidang tersebut, mustahil rasanya pariwisata Indonesia dapat berkembang bahkan bersaing dengan negara lain.

Salah  satu upaya untuk membangun pariwisata Indonesia bisa dilakukan dengan cara pembangunan bottom up, yaitu membangun dari bawah keatas. Melalui cara itu, dapat dilakukan dengan mengembangkan konsep desa wisata sebagai upaya membangun pariwisata Indonesia. Pengembangan desa wisata yang dikelola oleh masyarakat dan pemerintah setempat akan membawa dampak menyeluruh terhadap pariwisata nasional jika hal tersebut digarap dengan serius.

Nurhayati dalam (Susilo, 2008: 1 ) mengungkapkan desa wisata adalah suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi, dan fasilitas pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku. Artinya program desa wisata sebagai salah satu upaya untuk membangun pariwisata Indonesia melibatkan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah. Daerah-daerah yang akan diusung menjadi desa wisata harus memiliki kekhasan dan digali potensi pariwisata yang dimiliki, baik itu wisata alam, wisata budaya, wisata religi, wisata sejarah maupun kombinasi dari seluruh wisata tersebut. Setelah potensi pariwisata dari masing-masing daerah dapat digali kemudian dilakukan perencanaan terkait akomodasi dan fasilitas pendukung pariwisata lainnya. Wisatawan akan enggan untuk datang ke tempat-tempat yang sulit dijangkau dan fasilitas yang ada juga terbatas. Sebaliknya, jika akomodasi dan fasilitas memadai dan pengunjung mendapatkan kepuasan setelah melihat kekhasan dari desa wisata, maka mereka akan kembali lagi untuk mengulangi pengalaman tersebut.  

Perkembangan desa wisata di Indonesia saat ini bisa dibilang cukup pesat, saat ini sudah ada lebih dari 978 desa wisata yang tersebar di Indonesia. Setiap desa wisata tersebut mengusung keunikan desa mereka masing-masing. Daerah Yogyakarta merupakan daerah yang perkembangan desa wisatanya cukup pesat. Namun tidak semua dari desa wisata tersebut unggul di sektor pariwisata dan mampu mendatangkan banyak wisatawan. Banyak desa wisata yang juga sepi wisatawan dan juga ada pula desa wisata yang dibanjiri oleh wisatawan hingga membludak. Salah satu desa wisata di Jogja yang dibanjiri wisatawan adalah Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran. Wisatawan dari luar dan dalam negri terus berdatangan untuk melihat keunikan dan kekhasan yang ditawarkan oleh Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran tersebut. Desa wisata itu mampu menjual keunggulan yang mereka miliki kepada masyarakat karena beberapa faktor, diantaranya adalah fasilitas yang memadai, akomodasi yang mudah dijangkau, dan promosi yang giat. Meskipun mengunggulkan gunung purba sebagai keunikan mereka, Ekowisata tersebut menyediakan fasilitas yang cukup memadai seperti toilet, mushola, parkir, hingga gazebo untuk istirahat. Hal tersebut membuat pengunjung menjadi nyaman ketika mereka datang kesana. Mereka tidak lagi menemukan kendala-kendala karena fasilitas sudah disediakan oleh pengelola Ekowisata tersebut. Faktor lain yang membuat Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran banyak didatangi wisatawan adalah mudahnya akomodasi untuk mencapai kesana. Untuk wisatawan lokal biasanya mereka memilih transportasi pribadi seperti mobil maupun motor. Namun untuk wisatawan dari mancanegara maupun luar kota mereka lebih memilih untuk menggunakan jasa biro perjalanan. biro perjalanan sebagai agen pariwitasa ikut berperan dalam mempromosikan Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran kepada para wisatawan sehingga bukan suatu hal yang mengherankan jika Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran mengalami kebanjiran wisatawan, apalagi ketika waktu libur panjang maupun weekend. Agen travel atau perjalanan biasanya menawarkan paket tur ke Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran dalam paket perjalanan mereka, dari situlah banyak wisatawan akhirnya terus berdatangan kesana. Faktor lainnya yang mempengaruhi banyaknya pengunjung kesana adalah dengan promosi yang mereka lakukan maupun yang pihak lain lakukan. Promosi yang dilakukan oleh pihak pengelola Ekowisata Gunung Api Purba dilakukan melalui media massa maupun media sosial. Pengelola memiliki website khusus yang berisi tentang seluruh informasi tentang Ekowisata Gunung Api Purba  Nglanggeran. Sehingga memudahkan wisatawan untuk mencari tahu bagaimana wisata yang ditawarkan oleh Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran. Kemudian media massa juga berperan aktif memberitakan melalui media televisi, koran, maupun internet. Hal itu secara tidak langsung menginformasikan kepada masyarakat tentang Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran dan menggugah rasa ingin tahu mereka sehingga mereka juga ingin mengunjungi Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran. Kemudian banyak wisatawan yang telah berkunjung ke desa wisata gunung api purba nglanggeran memposting testimoni dan foto-foto mereka di media sosial. Secara tidak sadar mereka telah melakukan promosi terhadap Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran tersebut melalui media sosial yang mereka miliki. Akibatnya banyak orang yang penasaran dan bahkan ingin berkunjung ke ekowisata gunung api purba nglanggeran meskipun hanya melihat dari foto dan testimoni orang-orang yang sebelumnya pernah kesana.

Kemajuan yang dialami ekowisata gunung api purba nglanggeran tersebut seharusnya dapat dijadikan sebagai desa wisata percontohan yang strategi dan pengelolaannya dapat ditiru oleh desa wisata di Yogyakarta maupun desa wisata di seluruh Indonesia. Jika kesempatan ini dilihat secara serius oleh pemerintah, dan perkembangan desa wisata benar-benar diperhatikan oleh pemerintah, maka sangat mungkin sekali nantinya desa-desa wisata yang kecil itu dapat berubah menjadi desa wisata bertaraf internasional yang dikunjungi oleh wisatawan di berbagai belahan dunia.

Akhirnya nantinya sebuah keberhasilan di sektor pariwisata yang dilakukan melalui program pengembangan desa wisata tersebut dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, membuka lapangan pekerjaan baru, dan lebih jauh lagi dapat memberikan kontribusi untuk devisa negara melalui kunjungan yang dilakukan oleh wisatawan mancanegara. 


 Tulisan ini menjadi nominasi dalam Lomba "70 Wajah Indonesia tahun 2015" yang diselenggarakan FH UGM tahun 2015 dan dibukukan dalam buku berjudul "70 Wajah Indonesia"


Esensi pohon

Selamat Hari BUMI !!!




Selain sebagai pemasok oksigen di bumi, pohon juga berperan untuk menjaga keseimbangan iklim dan suhu dibumi. Tapi sadarkah kalian bahwa pohon memiliki cerita dibalik fungsinya yang vital itu?


Dulu aku sendiri tidak pernah peduli dengan keberadaan pohon disekelilingku. Kebanyakan orang sekarang ini lebih memilih mem-paving halaman rumahnya ketimbang menanaminya dengan berbagai macam pohon dan tumbuh-tumbuhan. Alasan mereka yaitu agar halaman rumah mereka terlihat rapi. Tapi tidak inginkah kamu memiliki halaman yang rindang, sejuk, dan sedap dipandang? Daripada hanya halaman kosong dengan pot-pot bunga yang berjajar didepan halaman yang harus disirami secara rutin. Tidakkah kalian tahu bahwa pohon itu bisa menularkan kebahagiaan. 


Dahulu misalnya,  rumahku banyak sekali ditumbuhi pohon dihalaman depan dan belakang rumah. Ada pohon jambu didepan rumah, pohon kelapa, pohon pisang, pohon kresen (talok) di belakang rumah. Serta ada daun pandan, cabe-cabean, melon, semangka, dan rumput-rumput liar yang tumbuh dibelakang. Dulu aku tidak peduli dengan keberadaan mereka yang sempat menciptakan kebahagiaan dalam hidupku. Tetapi sekarang, aku sadar bahwa keberadaan mereka dulu, bukan saja sebagai penghias halamanku, tetapi juga telah mengukirkan cerita berkesan dihidupku.



Pohon jambu di halaman depan rumah mungkin yang paling berkesan untukku. Karena dari sanalah banyak kebahagiaan bermula. Kebahagiaan saat menghabiskan waktu berjam-jam diatas pohon jambu itu dan menikmati buahnya diatas sana. Tak kalah bahagianya jika bisa membagi hasil panen buah jambu kepada tetangga-tetangga. Pohon jambu didepan rumahku berwarna hijau dan manis, berbeda dengan pohon jambu milik tetanggu yang berwarna merah dan masam. Karenanya, mereka senang bila umiku membagi-bagikan hasil panen buah jambu kepada tetangga-tetangga. Cerita lain dari pohon jambu yaitu ketika lebaran tiba, pasti pohon jambu itu berbuah. Bahkan sebelum lebaran sudah berbuah banyak. Aku bisa mengambil sesuka hati untuk berbuka puasa. Selain itu, ketika lebaran banyak sanak saudara yang berkunjung ke rumahku. Tak ketinggalan mereka pasti ikut menikmati panen buah jambu itu. Dan yang paling riang pasti anak-anak yang berebutan untuk memanjat pohon yang sedang berbuah banyak itu. Dan kejadian itu berlangsung setiap lebaran tiba. Dalam setahun mungkin bisa 2-3 kali pohon jambu airku berbuah. Namun sekarang, jangan harap berbuah, pohon itu masih hidup aja syukur Alhamdulillah. Karena dua tahun terakhir ini kampungku dilanda banjir rob. Karena, air rob yang berasal dari laut 2km dari rumahku itu bisa mematikan pohon dan tanaman yang terendam olehnya. Padahal dulu sama sekali tidak pernah ada banjir rob yang mendatangi kampungku. Ibarat orang yg terkena kanker, mungkin pohon jambuku sekarang ini sudah memasuki stadium akhir, mati segan hidup pun tak mampu.

Terlalu banyak kisah yang dibuat oleh pohon jambuku ini. Hanya karena satu pohon jambu yang berbuah kita bisa membagi kebahagiaan kepada banyak orang. Sungguh indah esensi pohon jambu bagiku.


Pohon yang tak kalah memiliki cerita menarik yaitu pohon kelapa. Pohon itu tumbuh menjulang tinggi dihalaman belakang rumahku yang  tanahnya ditumbuhi rumput-rumput liar. Sewaktu aku kecil, sehabis umi pulang dari bekerja dan sepulang kakakku dari sekolah kami sering menghabiskan waktu dibelakang rumah. Menggelar tikar dari anyaman rotan dibawan pohon kelapa yang rindang. Udara siang yang terik tidak terasa karena kami berlindung dibawah pohon kelapa itu. Aku yang masih terlalu kecil kala itu tidak ingat betul apa yang kami lakukan disana. Yang pasti kuingat waktu itu yaitu, betapa bahagianya aku memiliki quality time bersama mereka. Walaupun hanya terduduk disana tapi sungguh sangat menyenangkan. Lebih menyenangkan lagi ketika umiku membelai lembut rambutku dan tak berapa lama aku sudah tertidur dipangkuannya. Sungguh sangat menyenangkan momen seperti itu. Yang sekarang ini tak lagi kudapatkan, ya  karena kesibukan masing-masing.  Cerita lain dari pohon kelapa yaitu, ketika pohon itu berbuah dan kakakku laki-laki dengan semangatnya memanjat pohon kelapa untuk mengambil buahnya. Aku yang masih kecil hanya melihat dari bawah dan terheran-heran bagaimana bisa kakakku bisa sampai diatas pohon kelapa yang menjulang tinggi itu. Sesampainya dia dibawah, dengan cekatan dia membuka buah kelapa yang telah berjatuhan dari atas tadi. Akupun ikut berebutan untuk ingin mencicipi sedapnya air kelapa yang masih muda itu. Rasanya berbeda jika dibandingkan dengan sekarang bisa membeli es kelapa muda instant dipinggir jalan. Kebersamaan itu yang membedakannya. Selain kisah bahagia, terkadang pohon kelapa juga mendatangkan duka untuk keluargaku. Apalagi ketika hujan lebat disertai angin kencang, daun pohon kelapa yang sudah tua (blarak) jatuh karena angin kencang. Dan pernah suatu ketika jatuh diatas genteng-genteng rumah kami, sehingga membuat rumah kami bocor. Kisah tragis lain yaitu ketika ada pohon kelapa tetangga yang sudah tua dan sudah mati. Tetapi pohon itu masih berdiri dan belum ditebang. Saat itu orangtuaku mengkhawatirkan pohon kelapa itu yang jikalau ada hujan lebat, bisa jadi pohon itu akan tumbang kearah rumah kami karena posisinya yg lebih dekat dengan rumah kami. Dan kekhawatiran itu terbukti. Suatu ketika ada hujan lebat di malam hari. Pagi harinya setelah dicek ternyata pohon kelapa itu sudah tumbang. Tapi Alhamdulillah tidak mengenai rumah kami, posisi pohon itu tumbang agak miring, hampir saja rumah kami ambruk jika pohon itu benar-benar tumbang mengenai rumah kami. Tapi Alhamdulillah Allah memberikan pertolongan-Nya. Dan sekarang sudah tidak ada lagi pohon kelapa dihalaman belakang rumah kami. Dan sudah tidak ada juga pohon-pohon kelapa milik tetanggaku. Pohon-pohon kelapa sudah ditebang, karena mereka mati terkena banjir rob.  Karena, air rob yang berasal dari laut 2km dari rumahku itu bisa mematikan pohon dan tanaman yang terendam olehnya. Padahal dulu sama sekali tidak pernah ada banjir rob yang mendatangi kampungku.


Cerita lain yang tak kalah seru yaitu datang dari pohon kresen. Entahlah ditempat lain apa namanya, yang jelas begitu cara orang-orang disini menyebut pohon yang memiliki buah kecil mirip cherry itu. Ada yang iseng juga menyebutnya dengan “cherry jowo”. Jika di Solo pohon satu ini disebut talok. Aku paling suka manjat pohon kresen, karena berbagai alasan. Alasan yang paling basic yaitu, karena pohon ini mudah sekali untuk dipanjat. Tidak terlalu tinggi dan batang yang cukup kuat jika sudah berusia tua. Selain itu, berbeda dengan pohon jambu yang banyak semutnya, pohon kresen terbebas dari yang namanya semut. Jadi, aman banget manjat pohon kresen. Gak takut jatuh dan badan merah-merah karena gigitan semut. Alasan lain memanjat pohon ini ya pastilah karena mereka berbuah!! Memiliki buah kecil-kecil mengharuskan kita untuk memanjat pohon ini untuk menikmati buahnya. Yaa walaupun buahnya juga bisa sih dipetik dari bawah tanpa harus manjat. Tapi ya kurang greget lah kalo belum manjat. Hehe. Cerita dibalik pohon ini beragam sekali. Aku ingat dulu waktu masih kecil pernah dibuatkan ayunan yang digantungkan pada pohon ini. Kemudian aku diayunkan dengan kencang oleh kakakku. Selain itu, lewat pohon kresen ini aku bisa naik keatas loteng. Tak ada rotan akarpun jadi, tak ada tangga pohon kresen pun jadi. Banyak jalan menuju loteng. Karena diloteng biasanya aku habiskan dengan untuk menyendiri. Memikirkan tentang mimpi, masa depan, dan masalah yang sedang kuhadapi. Selain itu diloteng adalah best view untuk menikmati sunset. Back to pohon kresen, jadi dulu aku memiliki banyak pohon kresen dihalaman belakang rumah. Tapi sekarang tinggal satu. Dan aku harap pohon itu akan terus ada walaupun badai dan topan menghadang. Walaupun banjir rob datang. Karena, air rob yang berasal dari laut 2km dari rumahku itu bisa mematikan pohon dan tanaman yang terendam olehnya.


Pohon yang multifungsi lainnya yang tumbuh dibelakang rumah yaitu pohon pisang. Tentu saja aku tak pernah memanjat tumbuhan dikotil satu ini. Pohon pisang mungkin jadi idaman umiku. Karena biasannya kalau dia memasak dan membutuhkan daun pisang, dia langsung saja tinggal mengambil daunnya dibelakang rumah. Namun sekarang, harus repot-repot beli kepasar dulu. Its not about money, but it is about efficiency. Nah kalo waktu kecil yaa pohon pisang ini lumayan lah jadi pohon favorit. Karena apa coba, karena untuk bermain pasar-pasaran (dodol-dodolan) biasanya aku mengambil daun pisang, batangnya, dan kalo ada sekalian sama jantung pisang. Biasannya dipotong-potong dan aku seolah-olah menjadi penjual makanan. Dan aku akan membungkuskan makanan yang isinya batang dan jantung pohon pisang dan bahan-bahan lainnya kepada temanku. Kita berperan seolah-olah melakukan jual-beli gituuu. Kalo sekarang aku udah gak punya pohon pisang lagi. Aku lupa apakah sengaja ditebang atau terkena banjir rob dan berakhir mati. Karena, Air rob yang berasal dari laut 2km dari rumahku itu bisa mematikan pohon dan tanaman yang terendam olehnya.


Kira-kira itulah cerita dibalik pohon-pohon yang tumbuh dihalaman rumahku. Selain itu ada juga cerita tentang daun pandan yang tumbuh dibelakang rumah, yang  tentu bisa digunakan memasak oleh umiku. Maupun cabe-cabean yang bisa langsung dipetik untuk memasak saat sudah berbuah. Bahkan rumput-rumput liar yang tumbuhpun menyimpan cerita tersendiri, dulu aku suka berjalan diatas rumput liar itu dengan bertelanjang kaki. Merasakan kakiku terelaksasi oleh pijatan-pijatan alami rumput liar itu. Terkadang juga aku tak enggan tiduran diatas rumput liar itu, sambil menengadah keatas langit. Langit yang kala itu terasa indah bagiku. Semua itu sekarang sudah tiada, daun pandan, cabe-cabean, hingga rumput liar, semuanya sudah tereksekusi oleh kerasnya alam. Digulung oleh banjir rob. Karena, air rob yang berasal dari laut 2km dari rumahku itu bisa mematikan pohon dan tanaman yang terendam olehnya. Air rob yang mendatangi kampungku 2 tahun belakangan ini. Padahal dulu tidak ada sama sekali air rob yang datang. 


Sekarang halaman depan rumahku dan halaman belakang rumahku telah di-paving. Dihalaman depan yang tersisa hanyalah pohon jambu air yang sebatang kara. Yang sudah terlalu tua dan tidak mampu untuk berbuah lagi. Tapi aku bersyukur karena pohon jambu itu masih bertahan. Dihalaman belakang hampir tidak ada yang tersisa lagi, kecuali sebatang pohon kresen yang bernasib sama dengan pohon jambu air. Mereka sama-sama sebatang kara, dan dalam kondisi yang kritis. Pohon-pohon dan tanaman lainnya telah tereksekusi oleh alam, oleh banjir rob yang melanda beberapa waktu lalu. Karena, air rob yang berasal dari laut 2km dari rumahku itu bisa mematikan pohon dan tanaman yang terendam olehnya.


Sekarang hanya 2 pohon itu yang kami punya. Padahal dulu kampungku termasuk kampong hijau dengan banyak pohon-pohon yang tumbuh. Kelak ketika aku sudah memiliki rumah sendiri, aku ingin memelihara banyak pohon yang akan membawa banyak cerita dan kebahagiaan. Save the plants and trees!