Buat para mahasiswa pasti istilah makrab sudah nggak asing lagi. Makrab atau malam keakraban biasanya diselenggarakan sebagai tempat untuk saling mengakrabkan diri satu sama lain. Kalau di lingkungan kampus biasanya makrab diselenggarakan oleh berbagai macam organisasi internal maupun eksternal kampus dan dari momen itulah para anggota yang baru saja bergabung bisa mengakrabkan diri dengan para anggota yang sudah lebih dahulu bergabung melalui agenda makrab. Intinya secara simpel, makrab itu ya cara buat Pedekate antara senior dengan juniornya atau mahasiswa lama dengan mahasiswa baru atau antara anggota lama dengan anggota baru.

Di Jogja sendiri biasanya ada tempat-tempat khusus yang menjadi favorit para penyelenggara makrab untuk dijadikan sebagai tempat makrab. Tempat-tempat tersebut diantaranya yaitu wisma atau villa di daerah Kaliurang, penginapan atau camping area di sekitar Pantai Selatan, hingga di daerah Turi yang banyak sekali terdapat Bumi Perkemahan. Dari ketiga daerah tersebut, aku sendiri paling suka dengan daerah Turi. Kenapa? Karena jika dibandingkan dengan daerah lainnya, menurutku makrab di Turi itu lebih nyaman, aman, alami, tapi juga asyik.

Menurut pengalamanku dulu waktu makrab di daerah Pantai Selatan, tepatnya di Pantai Goa Cemara, disana fasilitasnya kurang oke. Jadi waktu itu kami menyewa sebuah penginapan di dekat pantai. Daerah pantai selatan memang biasanya tidak ramai digunakan untuk makrab dengan model sewa penginapan. Alhasil waktu makrab disanapun aku dan temen-temen mendapatkan tempat bermalam yang kurang nyaman. Pengalaman itu membuat kami nggak mau lagi untuk mengadakan makrab di daerah pantai. Memang daerah pantai selatan kurang memfasilitasi para pengunjung yang datang kesana dengan tujuan makrab. Jadi ya semuanya serba alakadarnya. Mulai dari kamar mandi yang seadanya, tempat buat bermalam yang seadanya, hingga fasilitas penunjang seperti mushola pun juga seadanya. Dan yang membuat suasana tambah kurang menyenangkan adalah bau ikan dimana-mana hingga angin laut yang kencang banget waktu malam hari.

Berhubung pernah punya pengalaman kurang mengenakkan ketika makrab di Pantai Selatan. Lalu saat ada agenda makrab selanjutnya kami memutuskan buat makrab di Kaliurang. Di Kaliurang banyak sekali penginapan mulai dari yang mewah, besar, hingga penginapan yang standar dengan harga yang miring. Kami akhirnya menyewa penginapan yang dapat menampung peserta makrab kurang lebih  60an orang. Asyiknya makrab disana itu tempatnya bersih, udara sejuk, dan bisa pesen makan catering dari sananya. Jadi panitia cuma modal nyiapin acara-acara aja buat menyemarakkan kegiatan makrab yang diadakan. Soal urusan perut udah tinggal terima jadinya aja. Tapi yang kurang asyik disana sebenernya yaitu lingkungannya yang kurang alami kalo menurutku. Memang Kaliurang lokasinya dekat dengan kawasan wisata merapi. Tapi kalau acara makrab yang rombongannya banyak pastinya kegiatan yang memungkinkan ya Cuma di area penginapan aja. Jadi waktu makrab disana malah kurang berasa suasana alaminya karena kegiatan cuma diadakan di area penginapan. Malahan kataku Cuma pindah makan dan tidur doing karena peserta makrab pun waktu itu nggak bisa terlalu banyak menikmati alam sekitar.


Nah kalau emang pengennya makrab di tempat yang alami tapi nggak perlu capek-capek ngurusin ini itu, ada satu kawasan yang cocok banget buat makrab bareng temen-temen. Kawasan tersebut yang cocok digunakan buat acara makrab yaitu di Desa Wisata Garongan. Disana ada salah satu Bumi Perkemahan yang namanya Bumi Perkemahan Jaka Garong. Pengelolanya warga setempat yang tahu banget karakteristik wilayah tersebut. Enaknya makrab disana selain karena tempatnya alami, kita juga nggak perlu pusing dengan fasilitas yang ada disana. Jangan dibayangin kalau kemah atau camping itu mesti harus susah-susah. Salah banget. Karena disana semua sudah tersedia lengkap dan kita tinggal terima bersihnya aja kalo memang males ribet.


Soal fasilitas yang ada disana cukup lengkap banget karena ada toilet dengan jumlah banyak. Bahkan klosetnya pun dibuat duduk dan jongkok. Sangat pengertian banget kan pengelola disana sampai memperhatikan toilet buat pengunjung yang datang. Fasilitas lainnya yaitu ada gazebo yang bisa digunakan untuk sekedar santai atau tempat rapat para peserta makrab, ada pendopo yang luas, hingga ada halaman yang bisa digunakan sebagai acara pembukaan, upacara, atau pentas seni. Pokoknya Bumi Perkemahan Jaka Garong sudah didesain sebagai tempat yang ramah untuk digunakan sebagai tempat makrab, kemah, atau sekedar camping cantik bersama geng mu. Selain fasilitasnya yang lengkap, jika kita makrab disana nggak usah pusing soal konsumsi karena kita bisa memesan langsung makanan yang siap disediakan oleh pihak Bumi Perkemahan Jaka Garong untuk kebutuhan makan selama makrab. Tapi jika kamu dan rombongan menyiapkan budget yang terbatas maka untuk urusan perut kamu dan teman-teman bisa masak sendiri di dapur umum yang juga disediakan disana. Pasti makin seru kan makrabnya kalo bisa masak bareng-bareng gitu.



Pengalaman makrab seru yang bisa kita dapatkan disana nggak Cuma itu saja. Disana ada kawasan outbound yang bisa kamu gunakan untuk acara game seru bersama teman-teman. Jika misal dalam satu kepanitiaan nggak ada yang bisa menghandle acara outbound yang pasti butuh konsep dan cara khusus biar acaranya seru ,maka kamu bisa memanfaatkan jasa pemandu outbound dari orang-orang setempat yang sudah ahli dan berpengalaman. Dengan begitu acara outbound bakalan lebih seru dan nggak garing. Dan nilai plus lagi jika makrab di sini yaitu lokasi perkemahan yang dekat dengan Kali Sempor. Kalo kamu bakal mengadakan makrab disana jangan lupa untuk tracking Kali Sempor yang masih alami dan banyak bebatuannya. Itu bakalan jadi pengalaman makrab yang menarik, berkesan, dan nggak biasa.



Kalau kamu berniat buat makrab disana mending langsung survey ke lokasinya sekalian menentukan rencana tanggal berapa mau makrab disana. Biasanya pada bulan-bulan tertentu, orang-orang sudah banyak banget yang mem-booking Bumi Perkemahan Jaka Garong untuk digunakan sebagai tempat makrab, camping, acara outbong, maupun acara outdoor lainnya. Jadi daripada nanti kamu dan teman-teman nggak bisa makrab di waktu yang sudah ditentukan, mending survey langsung kesana jauh-jauh hari sebelumnya. Nanti kamu akan dikasih tahu paket-paket harga yang bisa dipilih sesuai dengan budget yang sudah kamu anggarkan.


For more info tentang Desa Wisata Garongan atau Bumi Perkemahan Jaka Garong ini, kamu bisa nanya-nanya ke :


Mas Yanu : +62 856-4753-7788
Atau bisa kepoin tempatnya di www.desawisatagarongan.com dan instagramnya di @jakagarong

for info: this is my friends, not me anyway ;)



Aku selalu suka pergi ke Puncak Becici. Tempat yang secara personal sangat berkesan buatku dan disana pula aku banyak meninggalkan jejak-jejak kenangan bersama orang yang sangat spesial. Dia pulalah orang pertama yang mengajakku kesana. Bahkan jauh sebelum tempat itu terkenal karena Obama berkunjung kesana, aku lebih dulu menginjakkan kaki dengannya di Puncak Becici yang waktu itu belum ada fasilitas pendukungnya seperti mushola, warung makan, kamar mandi, dan berbagai macam spot foto yang menarik.

Dulu sewaktu pertama kali aku kesana, Puncak Becici adalah tempat yang belum terlalu ramai dengan pengunjung. fasilitas yang dibuat waktu itu hanya gazebo-gazebo sederhana untuk tempat istirahat dan papan di atas pohon yang fungsinya sebagai gardu pandang. Namun tetap saja aku selalu terkesan sejak pertama kali datang ke Puncak Becici. Dari atas Puncak Becici kamu bisa melihat pemandangan hamparan sawah, rumah warga, hingga jika beruntung kamu bisa melihat Gunung Merapi dari kejauhan. Suasana yang tenang membuat tempat tersebut menjadi semakin menyenangkan. Apalagi ketika akan sampai ke Puncak Becici kita akan melewati hutan pinus yang membuat ambience tempat tersebut semakin indah seperti di film-film twilight.

Setelah itu aku selalu suka untuk kembali lagi kesana. Meskipun udah pernah sebelumnya namun aku tak pernah bosan sekalipun. Kunjungan selanjutnya bersama teman-teman kampus dan disana sudah rapi serta fasilitasnya pun sudah lengkap. Pengunjung yang datang pun semakin banyak. Jadi ketika mau foto di gardu pandang harus antri bergantian dengan pengunjung lainnya.

Kunjungan terakhir kesana yaitu bulan Agustus yang lalu. Sebenernya awalnya nggak sengaja juga memilih Puncak Becici untuk tempat main sekaligus momen terakhir dengan teman-teman KKN dan pemuda Garongan. Tempat itu aku pilih karena awalnya berencana mau main ke Pantai di Gunung Kidul namun waktunya terlalu mepet. Akhirnya akupun mengusulkan ke Puncak Becici. Harapanku sih sebenernya disana nanti bisa melihat indahnya sunset dari atas Puncak. Karena hari itu cerah, pasti sunset dari sana akan sangat indah.
Tapi rencana tinggalah rencana. Apa yang aku bayangkan ternyata meleset. Kami yang pergi dengan membawa rombongan 5 motor ternyata nggak bisa mengejar sunset yang indah hari itu. Kami berangkat terlalu sore dan terlalu lama dijalan sehingga kamipun nggak bisa menikmati keindahan sunset di atas Puncak Becici. Sepanjang jalan aku masih kesel sendiri karena sunset sore itu bener-bener indah dan langit sedang cerah-cerahnya tapi aku Cuma bisa menikmatinya di perjalanan tanpa bisa mengabadikannya. Kemudian akupun jadi nggak semangat lagi pergi ke Puncak Becici. Biasanya aku ke Puncak Becici pagi atau siang hari dan menikmati keindahan pemandangan disana dan keindahan hutan pinusnya. Nah sekarang aku kesana saat petang menjelang malam. Aku pun terus berpikir kalo disana nanti nggak bisa mendapatkan pemandangan indah dan foto yang bagus karena hari sudah petang. Namun ternyata dugaanku itu salah. Aku malah mendapatkan view yang indah dan berbeda dari pengalamanku kesana sebelumnya.

Ternyata saat petang kita pun masih bisa menikmati keindahan dari atas Puncak Becici. Jika biasanya yang kulihat adalah hamparan hijau. Kini saat petang aku dapat melihat kerlap-kerlip lampu dari rumah-rumah warga dan kendaraan yang terlihat kecil ketika dilihat dari atas. Pemandangannya hampir mirip ketika berkunjung ke Bukit Bintang. Tapi bagiku view lampu-lampu kota dari atas Puncak Becici lebih indah dan istimewa. Apalagi dari atas angin berhembus sepoi-sepoi yang semakin membuat suasana menjadi syahdu petang itu. Bahkan saat itu kami bertemu dengan dua bule yang menikmati petangnya di atas Puncak Becici. Tanpa canggung mereka saling berciuman dan berpelukan tanpa mempedulikan pengunjung lainnya. Mungkin itu adalah ekspresi kegembiraan mereka setelah melihat view yang indah di atas Puncak Becici.



Meskipun waktu itu aku tak beruntung karena melewatkan sunset di atas Puncak Becici namun untungnya aku masih bisa mendapatkan blue hour di atas sana. Perpaduan antara view lampu kota dan langit biru saat petang hari membuat foto-foto siluet yang diambil disana menjadi lebih indah. Karena tak mau menyia-nyiakan the best timing tersebut akhirnya kami pun saling bergantian foto satu per satu. Lain waktu aku masih ingin mengejar sunset di atas Puncak Becici. Bagiku Puncak Becici tak pernah membosankan meskipun sudah berkali kali kesana selalu saja menyenangkan.


Hal yang paling menyenangkan ketika berkunjung kesana adalah fasilitasnya yang lengkap dan harga tiket yang murah. Kalo kamu pengen main kesana motoran bersama temanmu maka kamu cukup mengeluarkan kocek 7000 rupiah saja untuk parkir satu motor dan sudah termasuk tiket untuk dua orang. Selain bisa menikmati keindahan pemandangan hijau dari atas Puncak atau gardu pandangnya kamupun juga bisa berfoto cantik di antara pohon pinus yang menjulang tinggi dan rapi. Bagi yang suka selfie atau wefie, disana banyak spot foto buatan yang sengaja dibuat untuk para pengunjung yang suka berfoto. Bagi yang datang dari luar kota, kamu bisa membeli oleh-oleh dari toko yang ada di area wisata. 

Untuk sekedar mengisi perut, disana banyak warung yang menjual makanan dan minuman. Namun makanan yang dijual disana bukanlah makanan khas daerah setempat. Tapi sangat rekomen bagi kamu yang pengen hemat karena harga makanan yang dijual disana tergolong murah untuk ukuran tempat wisata. selain semua itu hal yang paling kusuka di Puncak Becici adalah banyak terdapat kamar mandi dan ada musholanya juga. Kemarin terakhir kesana bahkan sudah dibangun mushola lagi yang lebih besar dan bagus. Jadi kalau mau berlama-lama di Puncak Becici menikmati suasana disana nggak perlu khawatir lagi ketika mepet waktu sholat karena fasilitas disana sudah lengkaaaapppp.




Kabut tipis menyelimuti pemandangan hijau yang terbentang di depan mataku. Keindahan pegunungan sewu yang kehijauan dan dibelah dengan indahnya kelokan kali Oyo membuat takjub sesaat. Licinnya tempatku berpijak berupa papan yang digunakan sebagai gardu pandang tidak membuatku takut ketika sudah melihat indahnya pemandangan indah disana. Apalagi pagi itu tidak banyak pengunjung yang datang sehingga untuk menikmati pemandangan dari beberapa titik gardu pandang tidak perlu mengantri. 
Pemandangan perbukitan sewu dengan indahnya Kali Oyo memang menjadi daya tarik utama wisata bernama Bukit Panguk Kediwung yang baru saja dibuka tersebut. Sebenarnya apa yang disajikan di Bukit Panguk bukanlah hal baru karena lokasi wisata seperti Kebun Buah Mangunan, Bukit Mojo, hingga Jurang Tembelan menghadirkan pemandangan yang sama seperti Kedung Panguk. Akan tetapi masing-masing tempat wisata tentu memiliki perbedaan tersendiri sehingga menarik minat pengunjung untuk datang. Begitu pula Bukit Panguk Kediwung yang memiliki keunikan tersendiri dimana disana disuguhkan berbagai spot foto atau gardu pandang yang bentuknya sangat menarik mulai dari papan yang berbentuk hati, berbentuk perahu, hingga bentuk lainnya yang membuat pengunjung semakin tertarik untuk foto-foto disana. Untuk setiap spot foto pengunjung harus membayar Rp 3000 saja dan bisa berfoto sepuasnya. Namun pada waktu liburan dan banyak pengunjung yang datang kesana maka kita harus mengantri terlebih dahulu. 
Meskipun waktu menunjukkan sudah jam 9 pagi namun kabut-kabut tipis masih menyelimuti pemandangan yang membentang dihadapanku. Suasana pagi itu semakin syahdu ketika rintik-rintik hujan masih menetes dan membuat udara menjadi dingin. Setelah puas mencoba foto di beberapa spot, kemudian aku berjalan ke spot foto yang bentuknya menyerupai hati. Jalanan becek dan licin sehabis hujan membuat aku beberapa kali hampir terpeleset. Namun untungnya aku selalu berhasil menyeimbangkan badan sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Setelah mencapai di spot foto berbentuk hati kemudian aku mencoba berfoto beberapa kali. Pemandangan dari spot foto tersebut ternyata tidak semenarik dari spot foto yang ada diatas. Namun aku menikmati waktu agak lama dengan duduk disana menikmati pemandangan hijau yang menyejukkan mata. Saat-saat seperti ini membuatku teringat pada seseorang yang jauh disana. Berharap kami bisa duduk bersama menikmati pemandangan indah ini.



Puas berfoto dan menyusuri area wisata tersebut akupun tidak lupa membayar kepada petugas yang menunggui spot wisata. Ketika akan membayar ternyata Bapak yang aku lupa namanya tersebut malah mengajak mengobrol banyak hal (Sebut saja Bapak Edi). Bapak tersebut ternyata merupakan orang yang dulu menggagas area tersebut untuk dijadikan sebagai tempat wisata. Bapak tersebut bercerita bahwa pada awalnya banyak masyarakat yang tidak menyetujui ide pembukaan lahan tersebut sebagai lokasi wisata. Masyarakat lain menganggap bahwa hal tersebut akan sia-sia karena lokasi desa yang mereka tinggali terletak di paling ujung dengan akses jalan yang masih jelek. Namun penolakan mayoritas warga yang ada disana akan ide yang digagas Bapak tersebut tidak membuat ia mengurungkan niat baiknya agar desa yang ia tinggali bisa berkembang. Kemudian ia menggerakkan pemuda karang taruna di desa tersebut untuk bergotong-royong babat alas dan membuat jalan yang lebih layak sehingga kawasan tersebut yang awalnya merupakan hutan milik perhutani siap untuk dijadikan wisata. Dengan usaha kerasnya tersebut akhirnya kurang dari setahun lokasi wisata Bukit Panguk Kediwung  yang baru berdiri tersebut telah banyak dikunjungi wisatawan dari dalam maupun luar kota. Bahkan pada waktu tahun baru pengunjung sempat membludak dan banyak wisatawan yang harus antri berjam-jam karena ini berfoto di spot menarik yang ada disana. 
Dusun Kediwung pun yang letaknya di ujung dan paling pelosok pun kini bisa menggeliat perekonomiannya berkat inisiatif dari warganya sendiri. Masyarakat disana banyak yang terbantu karena ada sumber ekonomi baru mulai dari menjaga parkir, mengelola lokasi wisata, jasa motret, hingga usaha tempat makan di area wisata. Tidak berhenti di situ saja, Bapak Edi masih memiliki ide-ide cemerlang lainnya yang ingin ia realisasikan. Beberapa idenya yaitu mulai dari membuka wisata arum jeram atau mengendarai gethek di sungai oyo hingga membuka penginapan dengan konsep alami di daerah tersebut. 
Dari perjalanan ini aku mengambil banyak sekali pelajaran yang bisa diambil yaitu bahwa usia tidak membatasi seseorang untuk terus menelurkan ide-ide cemerlang yang bisa membawa perubahan. Kemudian jika kita percaya bahwa ide yang kita miliki itu bermanfaat maka realisasikanlah, meskipun banyak orang yang tidak mendukungnya. Aku sendiri sangat kagum akan sosok Bapak Edi karena semangatnya untuk membawa perubahan dan bermanfaat bagi masyarakat disana. Saat ini sayangnya tidak banyak orang-orang seperti Bapak Edi. Banyak dari kita lebih sibuk dengan urusan sendiri-sendiri sehingga tidak ada waktu untuk memikirkan berbagai macam masalah sosial yang ada disekitar. Sebagai anak muda, semangatku merasa tersulut dengan cerita yang disampaikan dengan Bapak Edi tersebut. 
Saking asyiknya bercerita aku tidak sadar bahwa kami sudah berdiri selama kurang lebih satu jam untuk mendengarkan cerita dari Bapak Edi. Teman seperjalananku, Imada, daritadi sudah memberikan kode untuk mengakhiri pembicaraan karena hari sudah mulai siang dan kami harus segera turun ke kota Yogyakarta. Namun sebelum turun kami terlebih dahulu menyantap semangkuk mie rebus dan ayam goreng lezat di warung milik istrinya Bapak Edi. Kelezatan ayam goreng dengan sambel tomatnya yang lezat tidak akan kulupakan. Rasa nikmat tersebut tidak bisa kudapatkan di tempat-tempat makan penyetan yang ada di Yogyakarta. Ketika membayar ternyata kelezatan makanan yang kupesan semakin bertambah karena harganya sangat murah sekali. Kini ketika aku menuliskan tulisan ini aku jadi kepikiran untuk datang ke Bukit Panguk lagi. Bukan karena ingin foto-foto lagi di spot menarik yang ada disana, namun hanya karena ingin menikmati lagi sepiring ayam goreng dengan sambel tomatnya yang menggoyang lidah dan harga murah. Kalian harus mencobanya.

Jika berbicara soal diskon pasti semua orang akan senang jika mendapatkan diskon sewaktu berbelanja. Diskon seringkali juga digunakan untuk mengiming-imingi target agar lebih tertarik membeli produk atau menggunakan jasa yang ditawarkan. Dalam bisnis, diskon memang terbukti mampu menaikkan penjualan. Tentu strategi pemberian diskon ini juga dapat diterapkan oleh Todego.com. Sebagai marketplace baru yang bergerak di bidang penyedia jasa guide maka Todego.com perlu melakukan berbagai macam strategi agar dikenal masyarakat luas. Dengan pemberian diskon maka bisa membuat masyarakat lebih mengenal Todego.com dan bukan tidak mungkin nantinya bisa meningkatkan jumlah transaksi pemesan guide. Namun sebagai usaha yang masih tergolong baru, pemberian diskon kepada konsumen jangan dilakukan dengan Cuma-Cuma. Todego.com bisa memberikan diskon dengan syarat-syarat khusus yang mudah untuk dipenuhi namun tetap menguntungkan Todego.com. Misalnya dengan pemberian potongan harga ketika konsumen sudah memfollow social media Todego.com. Sehingga potongan harga yang diberikan kepada konsumen tak hanya bisa meningkatkan transaksi namun juga menambah jumlah pengikut pada social media Todego.com. Atau bisa juga pemberian potongan harga ketika konsumen melakukan transaksi yang sudah melebihi batas tertentu. Jika memang menerapkan strategi semacam ini maka nantinya harus diukur apakah diskon semacam ini efektif meningkatkan jumlah transaksi dan menguntungkan bagi Todego.com atau malah sebaliknya? Jika tidak dicermati sejauh itu bisa jadi strategi diskon kurang cocok diterapkan Todego.com dan bahkan tidak mendatangkan keuntungan.
Strategi pemberian diskon kepada konsumen ini sepertinya cocok jika diterapkan dalam waktu-waktu seperti sekarang ini. Di penghujung tahun tentu saja banyak orang yang ingin menikmati libur akhir tahun mereka di suatu tempat yang baru sehingga mereka berharap bisa memiliki semangat baru ketika tahun berganti. Jumlah orang berlibur di penghujung tahun yang meningkat tentu saja membuat kebutuhan akan guide juga meningkat. Maka Todego.com hadir dengan produk jasanya sebagai penyedia guide dengan berbagai macam diskon yang menggiurkan. Pastinya kesempatan tersebut tak mungkin dilewatkan begitu saja oleh orang-orang yang akan berlibur di akhir pekan dan membutuhkan guide. Dengan kemudahan mendapatkan guide, memilih guide, menentukan budget sendiri, hingga terpenuhinya kebutuhan lain selama traveling tentu membuat Todego.com akan banyak dilirik para pejalan yang akan menghabiskan liburan akhir tahun mereka.

Potensi wisata di Indonesia memang besar sekali. Genre pariwisata yang disuguhkan pun beraneka ragam mulai dari wisata alam, wisata budaya, wisata belanja, hingga wisata religi dan masih banyak lainnya. Indonesia karena potensi wisatanya yang beragam berhasil memikat wisatawan mancanegara untuk berlibur ke Indonesia. Wisatawan mancanegara yang seringkali datang ke Indonesia mayoritas berasal dari Australia, Asia, hingga Amerika. Waktu yang mereka sukai untuk datang ke Indonesia adalah saat musim panas atau kemarau karena meraka suka sekali jalan-jalan di tengah teriknya matahari yang jarang mereka dapatkan di negera asalnya. Wisatawan mancanegara tidak bisa dipungkiri menyumbang devisa bagi Indonesia. Sebagai wisatawan mereka juga tergolong tidak pelit membelanjakan uangnya untuk berbagai kebutuhan selama traveling mulai dari akomodasi, transportasi, konsumsi, biaya guide, hingga berbelanja. 

Karakteristik dari wisatawan mancanegara adalah mereka senang bepergian dalam kelompok kecil untuk wisatawan yang tergolong usia muda, namun untuk wisatawan yang tergolong usia tua lebih senang biasanya berwisata dalam satu rombongan besar. Baik wisatawan yang masuk dalam golongan usia tua maupun muda biasanya mereka selalu mencari jasa guide untuk berkeliling menjelajah wisata yang ada di Indonesia. Hal tersebut bisa dijadikan sebagai peluang untuk Todego.com sebagai marketplace yang mengakomodasi kebutuhan traveler mencari pemandu wisata dengan menambahkan jasa pemandu wisata untuk para wisatawan mancanegara. Wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia pasti akan dipermudah dengan adanya marketplace seperti itu. Mereka akan lebih mudah menemukan guide yang sesuai dengan kebutuhan mereka sehingga rencana perjalanan ke Indonesia yang telah mereka rancang dapat terbantu dengan adanya guide dari Todego.com. Apalagi banyak dari wisatawan mancanegara tentu sangat aware dengan konsep yang ditawarkan seperti itu. 

Namun jika memang Todego.com akan menambahkan pelayanan jasanya kepada wisatawan mancanegara maka PR yang pertama untuk mereka adalah menjaring sebanyak mungkin guide yang memiliki kemampuan bahasa asing atau bahasa Inggris yang baik. Tanpa adanya kemampuan bahasa asing atau bahasa Inggris yang baik tentu komunikasi antara wisatawan mancanegara dengan guide tidak akan berjalan baik. Kemudian metode pembayaran pun harus ditambahkan dengan penggunaan kartu kredit atau paypal. Jika kebanyakan orang di Indonesia menggunakan metode pembayaran dengan rekening bank, namun untuk pembayaran yang menjadi standar internasional dengan menggunakan paypal atau kartu kredit. Dengan begitu wisatawan mancanegara yang akan menyewa jasa guide di Todego.com tidak akan kesulitan lagi ketika akan melakukan pembayaran.

Jika memang penambahan fasilitas jasa guide untuk wisatawan mancanegara dilakukan oleh Todego.com maka bukan tidak mungkin pertumbuhan wisatawan mancanegara ke Indonesia akan meningkat. Karena dengan adanya kemudahan yang diberikan ketika akan berlibur tentu membuat mereka semakin tertarik untuk datang ke Indonesia.